Rabu, 21 Desember 2011


Pengujian Softening Point Test Set

Subjek  : Pengujian Aspal ( Softening Point Test Set )
Topik       : Titik lembek aspal dan Ter
Ref           : AASHTO T-53-74
                  : ASTM D-36-70


PERALATAN DAN BAHAN

Peralatan :
ü  Termometer
ü  Cincin Kuningan
ü  Bola Baja 9.53 mm dngan berat 3.45 – 3.55 gram
ü  Alat pengarah bola
ü  Bejana Gelas diameter 8,5 cm, tinggi 12 cm (tahan terhadap pemanasan mendadak)
ü  Dudukan benda uji
ü  Stop watch
ü  Pemanas (hot plate)

Benda Uji :
a)      Panaskan contoh perlahan-lahan sambil diaduk terus menerus hingga cair merata. Pemanasan dan pengadukan dilakukan perlahan-lahan agar gelembung-gelembung udara tidak masuk. Suhu pemanasan untuk TER tidak boleh melebihi 111ᵒC diatas titik lembek.
b)      Panaskan 2 buah cincin sampai mencapai suhu tuang contoh dan letakan kedua cincin terseut di atas pelat kuningan yang telah diberi lapisan campuran tak dan sabun,
c)       Tuangkan contoh ke dalam 2 buah cincin, diamkan pada suhu sekurang kurangnya selama 30 menit.
d)      Setelah dingin ratakan permukaan contoh dalam cincin dengan pisau atau spatula yang telah dipanaskan.


PROSEDUR PELAKSANAAN
a)      Pasang dan aturlah benda uji di atas dan letakan pengarah bola diatasnya. Kemudian masukan satu set peralatan tersebut kedalam bejana gelas yang telah berisi air suling dengan suhu (5±1)ᵒC sehingga tinggi permukaan air antara 101,6 mm sampai dengan 108mm. Letakan thermometer yang sesuai untuk pengujian ini diantara dua benda uji (±12,7 mm) dari tiap-tiap cincin. Atur jarak antara permukaan pelat dasar dengan benda uji sehigga menjadi 25,4 mm.
b)      Letakan bola baja yang bersuhu 5ᵒC diatas dan di tengah tengah perukaan masing masing benda uji dengan memakai penjepit.
c)       Panaskan bejana dengan kenaikan suhu 5ᵒC per-meit. Kecepatan pemanasan ini tidak boleh diambil dari kecepatan pemanasan rata-rata dari awal sampai akhir pekerjaan ini. Untuk 3 menit pertama perbedaan kecepatan pemanasan tidak boleh melebihi 0,5ᵒC.

PELAPORAN
a)      Laporkan suhu pada saat masing-masing bola baja menyentuh plat dasar
b)      Kesimpulan dari hasil pengujian yang anda peroleh

Catatan :
a)      Apabila kecepatn pemanasan melebihi ketentuan diatas, maka pekerjaan diulangi.
b)      Apabila dari suatu pekerjaan duplo, perbedaan suhu untuk perbedaan dua benda uji melebihi 1ᵒC maka pekerjaan diulangi.

Tabel Spesifikasi Termometer
Nama
ASTM Softening Point
ASTM High Softening Point
Termometer ASTM No
15ᵒC
15ᵒF
16ᵒC
16ᵒC
Skala Terendah
Seluruh
Seluruh
Seluruh
Seluruh
Daerah Pengukuran
2ᵒ s/d 80ᵒC
30ᵒ s/d 180ᵒF
30ᵒ s/d 200ᵒC
85ᵒ s/d 392ᵒF
Skala Terkecil
0,2ᵒC
0,4ᵒF
0,3ᵒC
0,5ᵒF
Skala Terbesar
1ᵒC
1ᵒF
5ᵒC
10ᵒF
Kesalahan Karena pembacaan skala (Max)
0,2ᵒC
0,4ᵒF
0,3ᵒC
0,5ᵒF
Standarisasi
Es dan tiap 20ᵒC
Es dan tiap 40ᵒC
Setiap 20ᵒC
Setiap 70ᵒF
Panjang seluruhnya
397 mm
397 mm
Diameter batang
6,0 s/d 7,0 mm
6,0 s/d 7,0 mm
Diameter bagian ujung
4,5 s/d 5,5 mm
4,5 s/d 5,5 mm
Panjang bagian cairan
9,0 s/d 14 mm
9,0 s/d 14 mm
Jarak ujung bawah tempat cairan ke garis
0ᵒC
32ᵒF
30ᵒC
86ᵒF
75 s/d 90 mm
75 s/d 90 mm
Derajat pada jarak
80ᵒC
175ᵒC
200ᵒC
392ᵒF
333 s/d 354 mm
333 s/d 354 mm
Ruang penampung cairan
Cincin gelas
Cincin gelas








HASIL PENGAMATAN SOFTENING POINT TEST SET
No
Suhu yang diamati (ᵒC)
Waktu (detik)
Titik Lembek (ᵒC)
I
II
I
II
1
5
0
0


2
10
104
104


3
15
166
166


4
20
233
233


5
25
297
297


6
30
364
364


7
35
431
431


8
40
498
498


9
45
565
565
48,25
48,5
10
50






ANALISA DATA SOFTENING POINT TEST SET

Yang dimakasud titik lembek adalah suhu pada saat bola baja dengan berat tertentu mendesak turun sauatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukyrab tertentu sehingga asapal atau ter tersebut menyentuh plat dasar. Penentuan titik lembek dilakukan antara lain untuk mengetahui sampai suhu berapa aspal dapat dihamparkan dan bertahan dari pengaruh suhu tanpa menjadi leleh.

Dari hasil pengujian Softeing Point Test Set, didapatkan nilai titik titik lembek untuk dua benda uji yaitu suhu 48,25ᵒC dab suhu 48,5ᵒC dimana selisih untuk perbedaab dua benda uji kurang dari 1ᵒC. Dan apabila di rata-rata maka titik lembek yang dicapai adalah 48,38ᵒC. Berarti aspal tersebut dapat dihamparkan dan bertahan dari pengaruh suhu tanpa menjadi leleh sampai suhu 48ᵒC. Angka tersebut sudah memenuhi standard menurut Petunjuk Lapis Aspal Betin (LASTON) untuk jalan Raya 1887, persyaratan titik lembek untuk aspal keras yaitu pada penetrasi 60 adalah sekitar 48ᵒC-85ᵒC dan pada penetrasi 80 adalah sekitar 46ᵒC-54ᵒC.

Pengujian Softening Point Test Set

Selasa, 20 Desember 2011


PLASTIC LIMIT

MAKSUD
 Pengujian dengan  metode Plastik Limit Test dimaksudkan untuk menentukan kadar air tanah pada batas keadaan plastis dan keadaan semi padat (batas plastis) yang akan digunakan untuk menentukan jenis, sifat dan klasifikasi tanah.

PERALATAN

1.      Plat Kaca
2.      Batang pembanding dengan diameter 3 mm
3.      Spatula
4.      Botol, berisi air suling
5.      Mangkok pengaduk
6.      Tin Box (Cawan)
7.      Oven

BENDA UJI
-       Siapkan benda uji yang lolos saringan No.40

PROSEDUR PERCOBAAN

1.    Ambil benda uji yang lolos saringan No.40 sebanyak 20 gram.
2.    Letakan pada mangkok pengaduk atau plat kaca, lakukan pengadukan dengan menambah air sedikit demi sedikit, atau aduk hingga kadar air merata (homogen).
3.    Setelah didapat campuran y ang homogeny, buatlah bola-bola tanah seberat ± 8 gram, kemudian bola-bola tanah tersebut digeleng-gelengkan di atas plat kaca dengan ujung jari tangan dengan kecepatan penggelengan 80-90 guling/menit, sampai retak-retak pada diameter 3mm dan bandingkan dengan batang pembanding.
Apabila sebelum mencapai diameter 3mm benda uji sudah retak, satukan kembali, kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk hingga homogen. Bila penggelengan sudah mencapai diameter lebih dari 3mm tanpa menunjukan keretakan, maka benda uji dibiarkan beberapa saat diudara.
4.    Ambil benda uji yang telah mencapai keretakan pada diameter 3mm, masukan ke dalam tin box (cawan), tentukan kadar airnya dengan menggunakan metoda pengujian kadar air.

PERHITUNGAN
1.    Batas plastis benda uji ditentukan berdasarkan nilai kadar air benda uji terrsebut.
2.    Contoh tanah dinyatakan Non Plastis (NP) apabila nilai batas cair dan batas plastis tidak bias dipadatkan.
3.    Dari hasil nilai batas cair dan batas plastis dapat dihitung nilai indeks plastisitas dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Ip = W1 - Wp

Dimana :
Ip      =              indeks plastisitas
W1  =             batas cair
Wp  =              batas plastis

Pengujian Plastic Limit Test


LIQUID LIMIT


MAKSUD

Maksud dan tujuan pengujian dengan Metode Liquid Limit Test ialah untuk menentukan kadar air tanah pada batas cair dengan cara Cassagrande yang akan digunakan untuk menentukan sifat dan klasifikasi tanah.

PERALATAN

1.      Alat batas cair standard (Atterberg)
2.      Alat pembuat alur

Pengujian Liquid Limit Test


CONSOLIDATION TEST SET

MAKSUD
Pengujian dengan Consolidation Test Set dimaksudkan untiik mengetahui sifat-sifat pemampatan tanah pada saat dibebani.

PERALATAN
1.      Consolidation Frame
2.      Frame
3.      Loading Set
4.      Consolidometer
5.      Loads
6.      Loads 500 gram
7.      Loads 1000 gram
8.      Loads 2000 gram
9.      Loads 4000 gram
10.  Loads 8000 gram
11.  Sample Tube + Extruder
12.  Dial Indicator 10 mm x 0.01 mm
13.   Wire Saw


PERALATAN TAMBAHAN
1.      Moisture Content Test Set
2.      Wash Bottle
3.      Stop Watch
4.      Vernier Caliper
5.      Spatula

PROSEDUR PERCOBAAN
1.      Letakan sel yang telah diisi benda uji pada saat alat konsolidasi.
2.      Pasang dial penurunan lihat gambar kaki dial menyentuh pada bandul penekan.
3.      Putar baud penekan sehingga menumpu pada lengan keadaan ini lengan dalam keadaan seimbang.
4.      Bila lengan tidak seimbang aturlah bandul keseimbangan sehingga didapatkan kondisi lengan betui-betul seimbang.
5.      Stel dial penurunan pada posisi nol.
6.      Letakan beban pertama pada dudukan beban atas.
7.      Putar baud penahan lengan, sehingga lengan akan turun.
8.      Baca deformasi tanah pada detik ke 6, 15, 30, kemudian pada menit ke 1, 2, 4, 8, 15, 30 dan pada jam ke 1, 2, 4, 8, 24, setelah dibebani 1 menit set konsolidasi diisi air sampai penuh.

Pengujian Konsolidasi - Consolidation Test